Pesantren Bani Hamim Pandeglang Siap Memimpin Inisiatif Ketahanan Pangan Banten

Pondok Pesantren Faidhul ‘Allam Bani Hamim yang terletak di Pandeglang, Banten, menunjukkan komitmen yang kuat untuk menjadi salah satu penggerak utama dalam program ketahanan pangan berbasis pesantren. Dalam sebuah acara silaturahim Lebaran yang berlangsung pada tanggal 25 Maret 2026, pesantren ini menegaskan perannya dalam mendukung inisiatif tersebut.
Komitmen Melalui Kolaborasi
Dalam acara tersebut, hadir sejumlah tokoh penting, termasuk Uung Al-Muhiebby, pimpinan dari Ponpes Model Madeen Pandeglang, dan M. Hasan Gaido, pendiri serta CEO dari Gaido Group. Pertemuan ini menjadi momentum bagi Pesantren Bani Hamim untuk memperkuat jaringan dan kolaborasi dalam mewujudkan ketahanan pangan di wilayah Banten.
Potensi Pertanian di Lingkungan Pesantren
Pondok pesantren ini berlokasi strategis di Babakan Santri, Mengger, Pandeglang, dan memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pertanian. Dengan lahan yang cukup luas dan sumber air yang memadai, pesantren ini juga memiliki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian yang berfungsi sebagai pusat pendidikan vokasi sekaligus praktik agribisnis bagi para santri.
Program Gaido Connected
Kepala pesantren, KH. Abdi Adhe Achmad Ibrohim, mengungkapkan kesiapan institusi ini untuk berkolaborasi dalam program Gaido Connected, sebuah inisiatif untuk menciptakan satu juta pengusaha ekonomi syariah di Indonesia. Ia menyambut baik tawaran kolaborasi ini dan menekankan pentingnya keterlibatan pesantren dan SMK pertanian dalam mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi syariah.
Optimalisasi Sumber Daya Pesantren
Menurut KH. Abdi, optimalisasi potensi yang dimiliki pesantren akan dilakukan melalui berbagai metode, antara lain:
- Pengelolaan sawah dan kebun
- Pengembangan usaha perikanan
- Peternakan ayam
- Integrasi hasil produksi ke pasar
- Program makan bergizi gratis (MBG)
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Pesantren Bani Hamim dapat menjadi pusat ekonomi produktif yang memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya.
Peran Strategis Pesantren dalam Ketahanan Pangan
Hasan Gaido menekankan bahwa pesantren memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional, terutama di bawah pemerintahan Prabowo Subianto. Ia menggarisbawahi pentingnya sinergi antar kementerian, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Agama, dan Kementerian Koperasi serta UKM, dalam mencapai tujuan ini.
Peluang Lahan Produktif di Banten
Di Provinsi Banten, terdapat sekitar 6.776 pondok pesantren. Jika setiap pesantren memiliki minimal dua hektare lahan produktif, maka lahan yang dapat dimanfaatkan akan mencapai lebih dari 13 ribu hektare. Ini merupakan potensi yang sangat besar untuk mendukung ketahanan pangan di tingkat daerah.
Menciptakan Lapangan Kerja Baru
Hasan juga mencatat bahwa jika setiap pesantren dapat memberdayakan setidaknya 25 orang, maka akan tercipta lebih dari 169 ribu lapangan kerja baru. Ini menunjukkan potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah nasional.
Pemasaran Produk Pesantren
Hasil produksi dari pesantren nantinya dapat dipasarkan melalui berbagai ekosistem bisnis, termasuk Santri Mart, yang bertujuan untuk memperluas akses pasar bagi produk-produk yang dihasilkan. Dengan cara ini, diharapkan para santri dapat lebih mandiri secara ekonomi.
Mendorong Kemandirian Ekonomi Pesantren
Program pengembangan yang dilakukan tidak hanya bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga untuk mendorong kemandirian ekonomi pesantren dan melahirkan wirausahawan baru yang berbasis komunitas. Dengan dukungan pendidikan vokasi dan kemitraan dengan dunia usaha, Pesantren Bani Hamim diharapkan dapat menjadi model nasional dalam pengembangan ketahanan pangan berbasis pesantren.
Kesimpulan
Pondok Pesantren Bani Hamim di Pandeglang menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan spiritual, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi dan ketahanan pangan. Dengan potensi yang ada, kolaborasi yang solid, dan dukungan dari berbagai pihak, pesantren ini memiliki peluang untuk menjadi contoh keberhasilan dalam mencapai ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi di Indonesia.
