AgamaBerita TerbaruDaerahHari Raya PaskahJacob AdilangNusa UtaraParoki St Yohanes Rasul TahunaSangiheStasi Hati Kudus BahoiSulawesi Utara

Iman Kebangkitan yang Abadi: Penjelasan Mendalam oleh Pastor Jacob

Paskah adalah salah satu perayaan paling penting dalam kalender Kristen, yang merayakan kebangkitan Yesus Kristus. Meskipun tidak ada saksi hidup dari peristiwa penyaliban dan kebangkitan-Nya, keyakinan akan kebangkitan Kristus terus tumbuh dan berakar kuat dalam iman umat. Dalam homilinya pada perayaan Hari Raya Paskah di Stasi Hati Kudus Bahoi, Pastor Jacob Adilang, RD, menjelaskan dua kekuatan utama yang menjaga iman ini tetap hidup: Ekaristi dan kasih persaudaraan. Melalui pemahaman mendalam mengenai iman kebangkitan abadi, Pastor Jacob mengajak kita untuk merenungkan makna hidup yang lebih luas.

Menggali Makna Kebangkitan dalam Injil

Pastor Jacob memulai refleksinya dengan merujuk pada kisah Maria Magdalena dalam Injil Yohanes. Ketika Maria mendatangi kubur Yesus, ia datang dengan penuh cinta, tetapi justru menemukan ketiadaan. Ini adalah momen yang penuh dengan emosi dan kebingungan.

Kebingungan Awal Maria Magdalena

“Reaksi pertama Maria bukanlah iman, melainkan kebingungan yang mendalam. Dia mengatakan bahwa Tuhan telah diambil dan ia tidak tahu di mana Dia diletakkan. Ini adalah respons yang sangat manusiawi,” ungkap Pastor Jacob.

Situasi serupa juga dialami oleh para murid Yesus, seperti Petrus dan Yohanes. Mereka bergegas ke kubur, melihat tanda-tanda, tetapi belum mengerti sepenuhnya arti dari kebangkitan yang dimaksud.

Iman yang Berproses

“Saat itu, yang mereka yakini bukanlah bahwa Yesus bangkit, melainkan bahwa kubur itu kosong. Iman mereka masih dalam tahap pencarian,” lanjutnya. Ini menunjukkan bahwa perjalanan iman seringkali dimulai dari keraguan dan pertanyaan yang mendalam.

Kekuatan Iman dalam Logika Manusia

Pastor Jacob menekankan bahwa dari sudut pandang logis, berita tentang kebangkitan sangat mudah untuk diragukan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi umat beriman. Namun, kenyataannya justru menunjukkan bahwa iman kepada kebangkitan tetap bertahan.

“Jika kita hanya mengandalkan logika semata, seharusnya Gereja sudah tidak ada lagi. Namun hari ini, lebih dari 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia tetap percaya dan merayakan Paskah,” tegasnya. Ini menunjukkan bahwa iman kawanan yang besar tidak hanya berdiri di atas dasar logika, tetapi pada pengalaman spiritual yang mendalam.

Kekuatan Ekaristi dalam Mempertahankan Iman

Pastor Jacob kemudian menguraikan kekuatan pertama yang menjaga iman kebangkitan abadi, yaitu Ekaristi. Mengacu pada kesaksian Petrus dalam Kisah Para Rasul, ia menjelaskan bagaimana para rasul mengalami pertemuan nyata dengan Kristus yang bangkit melalui perjamuan bersama.

“Para rasul bersaksi, ‘Kami makan dan minum bersama Dia setelah Ia bangkit.’ Inilah Ekaristi. Melalui Ekaristi, kita terus dapat berjumpa dengan Kristus yang hidup,” jelasnya. Ekaristi bukan sekadar ritual, tetapi sebuah pengalaman yang menghidupkan kembali iman kita.

Kasih dan Persaudaraan sebagai Fondasi Iman

Kekuatan kedua yang diungkapkan Pastor Jacob adalah kasih dan persaudaraan, yang menjadi landasan penting dalam hidup beriman. Hal ini ditegaskan oleh Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Kolose.

“Jika kita benar-benar percaya bahwa Kristus bangkit, maka hidup kita harus menunjukkan perubahan yang nyata. Tidak ada tempat untuk permusuhan; yang ada hanyalah kasih, kerukunan, dan perdamaian,” ujarnya. Ketika iman kita dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, maka kebangkitan Kristus akan semakin nyata di tengah masyarakat.

Pentingnya Membawa Kebangkitan dalam Kehidupan Sehari-hari

Pastor Jacob menekankan bahwa iman akan kebangkitan bukan hanya sekadar diwartakan, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata. “Dunia tidak hanya membutuhkan kisah tentang kebangkitan, tetapi juga harus melihat kebangkitan itu terwujud dalam hidup kita,” tambahnya.

Perayaan Paskah yang Khidmat

Perayaan Paskah di Stasi Hati Kudus Bahoi berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat, di mana partisipasi umat menunjukkan iman yang kuat kepada Kristus yang telah bangkit. Momen ini bukan hanya sebuah tradisi, tetapi sebuah pengakuan kolektif bahwa kebangkitan Kristus adalah pusat dari iman Kristen.

Refleksi dan Harapan untuk Masa Depan

Dalam kesempatan ini, Pastor Jacob mengajak kita semua untuk merenungkan kembali makna kebangkitan dalam konteks kehidupan kita sehari-hari. Dengan mengedepankan Ekaristi dan cinta kasih, kita dapat menjaga iman kebangkitan abadi tetap menyala, meskipun tantangan dan keraguan sering kali menghadang.

  • Iman kebangkitan abadi adalah perjalanan, bukan tujuan akhir.
  • Ekaristi sebagai pengingat pertemuan kita dengan Kristus yang hidup.
  • Kasih dan persaudaraan merupakan manifestasi dari iman yang sejati.
  • Perayaan Paskah sebagai waktu untuk merefleksikan dan memperbarui iman kita.
  • Komitmen untuk membawa kebangkitan dalam tindakan kita sehari-hari.

Dengan demikian, iman kebangkitan abadi tidak hanya menjadi sebuah teori atau dogma, tetapi sebuah realitas yang harus kita hidupkan setiap hari. Sebagai umat beriman, kita dipanggil untuk menjadi saksi kebangkitan, tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan yang mencerminkan kasih Kristus. Mari kita terus menerus menggali makna kebangkitan ini dan menyebarkan cahaya iman kepada orang-orang di sekitar kita.

Back to top button