Wagubsu Dorong Kader HIMMAH Menjadi Agen Perubahan yang Efektif dan Inspiratif

Dalam era yang serba cepat dan penuh tantangan ini, peran generasi muda sangatlah vital. Kader Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) di Sumatera Utara diharapkan tidak hanya menjadi individu yang berprestasi di bidang akademis, tetapi juga sebagai agen perubahan yang berkontribusi aktif dalam pembangunan sosial dan ekonomi di daerah. Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menekankan pentingnya peran mereka dalam menghadapi berbagai masalah yang dihadapi masyarakat saat ini.
Pentingnya Kader HIMMAH dalam Pembangunan Daerah
Surya mengungkapkan harapannya untuk kader HIMMAH saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah HIMMAH Sumut untuk periode 2026-2029 di Le Polonia Hotel, Medan. Menurutnya, mahasiswa saat ini harus mampu beradaptasi dengan cepat dan menjadi solusi di tengah masyarakat. Mereka diharapkan tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga aktif dalam kegiatan yang berdampak positif bagi komunitas sekitar.
“Pemuda harus hadir membawa solusi, menciptakan inovasi, menjaga persatuan, dan menjadi perekat sosial di tengah berbagai tantangan zaman,” ujarnya. Slogan ini menjadi pengingat bahwa mahasiswa harus menjadi pendorong perubahan dan bukan sekadar pengamat. Kader HIMMAH diharapkan untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik.
Peran Strategis Organisasi Kepemudaan
Organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan memiliki tanggung jawab yang besar dalam pembangunan bangsa. Menurut Surya, mereka berperan penting dalam menciptakan generasi muda yang berintegritas, memiliki daya saing tinggi, dan peka terhadap isu-isu sosial. Peran ini sangat relevan, terutama dalam konteks Sumatera Utara yang dihadapkan pada berbagai tantangan yang kompleks.
- Perkembangan teknologi yang pesat
- Persaingan global yang semakin ketat
- Peningkatan angka pengangguran
- Masalah narkoba yang meresahkan
- Degradasi moral di kalangan generasi muda
Dengan tantangan-tantangan ini, kader HIMMAH diharapkan dapat membangun karakter yang kuat, produktif, serta mampu berdaya saing. Hal ini menjadi kunci untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan di daerah.
Kolaborasi dalam Membangun Sumatera Utara
Dalam acara tersebut, Surya juga menekankan pentingnya kolaborasi di antara semua elemen masyarakat, termasuk kader HIMMAH. Ia mengajak mereka untuk bergabung dalam gerakan kolaboratif yang sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Sumut, yaitu “Kolaborasi Sumut Berkah Menuju Sumatera Utara yang Unggul, Maju dan Berkelanjutan.”
Kolaborasi ini dapat diwujudkan melalui beragam bidang, termasuk:
- Peningkatan kualitas pendidikan
- Pemberdayaan ekonomi umat
- Pemberantasan narkoba
- Menjaga kerukunan dan persatuan
- Menciptakan ruang untuk kreativitas dan inovasi
Dengan melibatkan kader HIMMAH dalam berbagai inisiatif, diharapkan dapat tercipta sinergi antara pemerintah dan masyarakat, sehingga masalah-masalah yang ada dapat diatasi secara bersama-sama.
Menjaga Idealisme dan Independensi Moral
Di tengah semangat kolaborasi, Surya juga mengingatkan pentingnya menjaga idealisme dan independensi moral di dalam organisasi mahasiswa. Kader HIMMAH diharapkan mampu memberikan kritik yang konstruktif, menghadirkan solusi yang inovatif, dan tetap menjunjung tinggi etika serta semangat persaudaraan di antara sesama anggota.
“Saya bagian dari Al Washliyah. Sejak awal saya mengenal Al Washliyah, bahkan anak-anak saya semua sekolah di Al Washliyah. Saya ucapkan selamat kepada kepengurusan HIMMAH yang baru, jaga amanah, perkuat kaderisasi, dan hadir membantu masyarakat dalam berbagai persoalan nyata di lapangan,” tambah Surya.
Persiapan Kader untuk Masa Depan
Abdul Razak Nasution, Ketua Umum Pengurus Pusat HIMMAH, juga mengucapkan selamat kepada pengurus baru yang dilantik. Ia menekankan bahwa jabatan dalam organisasi ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Setiap pengurus diharapkan memahami bahwa peran mereka bukan sekadar untuk mencari kedudukan, melainkan untuk menyiapkan kader yang siap melanjutkan perjuangan organisasi di masa depan.
“Di era inovasi dan kolaborasi saat ini, HIMMAH harus terus berinovasi serta membantu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui gagasan dan masukan demi membangun Sumut yang lebih baik,” tegas Abdul Razak.
Proses Kaderisasi yang Berkualitas
Dedi Iskandar Batubara, Ketua PW Al Washliyah Sumut, juga menyampaikan harapan agar proses kaderisasi di periode ini dapat berjalan lebih baik, aktif, dan menghasilkan generasi yang memiliki tanggung jawab serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kader yang baik adalah mereka yang mampu berpikir solutif.
- Mampu memberikan kritik yang membangun
- Menawarkan solusi yang konkret
- Berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat
- Menjaga semangat persatuan dan kesatuan
- Berdaya saing di tingkat lokal dan nasional
“Kita harus berpikir solutif. Artinya, ketika ada masalah, jangan hanya mengkritik, tetapi juga mampu menawarkan jalan keluar dan solusi yang baik,” ujarnya, menegaskan bahwa tindakan nyata lebih berharga daripada sekadar teori belaka.
Susunan Pengurus HIMMAH Sumut Periode 2026-2029
Kepengurusan HIMMAH Sumut untuk periode 2026-2029 kini dipimpin oleh Imransyah Pasai sebagai Ketua, Aldi Satrio sebagai Sekretaris, dan Badrul Harahap sebagai Bendahara. Mereka diharapkan dapat membawa HIMMAH lebih maju dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat yang baru, kader HIMMAH diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang efektif dan inspiratif bagi masyarakat Sumatera Utara. Mereka tidak hanya sekadar menjalankan program organisasi, tetapi juga mampu menjawab tantangan yang ada dengan inovasi dan kreativitas yang tinggi.





