Pemkab Tanah Datar Laksanakan I’tikaf Eksekutif untuk Meningkatkan Spiritual di 10 Malam Akhir Ramadan

Dalam perjalanan terakhir Ramadan 1447 H, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah mengorganisir I’tikaf Eksekutif, sebuah kegiatan spiritual yang diikuti oleh pejabat tinggi pemerintah. Diadakan di Masjid Nurul Amin Pagaruyung, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat ikatan antara pejabat pemerintah dan masyarakat umum, serta meningkatkan nilai spiritual mereka saat mereka melanjutkan peran pelayanan mereka kepada masyarakat.
Peran Abdurrahman Hadi dalam I’tikaf Eksekutif
Sekretaris Daerah Tanah Datar, Abdurrahman Hadi, memimpin panitia pelaksana untuk i’tikaf ini. Menurutnya, kegiatan ini adalah kelanjutan dari program yang telah berjalan sejak tahun sebelumnya.
Abdurrahman Hadi mempercayai bahwa kegiatan ini dapat memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan di antara pejabat pemerintah, yang pada gilirannya akan berdampak positif terhadap kinerja mereka, terutama dalam melayani masyarakat.
Partisipan I’tikaf
I’tikaf Eksekutif diikuti oleh 29 Pejabat Tinggi Pratama setingkat Eselon II dan sekitar 150 orang Pejabat Administrator setingkat Eselon III. Abdurrahman Hadi berharap bahwa selama malam-malam terakhir Ramadan ini, mereka dapat meraih keistimewaan spiritual, termasuk malam Lailatul Qadar.
Setelah i’tikaf, para peserta akan melanjutkan dengan tadarus, kajian keagamaan, dan ibadah mandiri hingga sahur.
Ahmad Fadly Mengajak Umat Islam Memanfaatkan Sisa Hari Ramadan
Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, mendorong seluruh umat Islam untuk memanfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadan. Dia mengajak mereka untuk meningkatkan ibadah mereka, termasuk melaksanakan i’tikaf di masjid dan meningkatkan doa, untuk memperoleh keberkahan.
Fadly menekankan keutamaan Ramadan yang terbagi dalam tiga fase; sepuluh hari pertama penuh rahmat, sepuluh hari kedua penuh ampunan, dan sepuluh hari terakhir merupakan momentum pembebasan dari api neraka.
Kondisi Terkini di Kabupaten Tanah Datar
Menyentuh kondisi Tanah Datar, Wakil Bupati mengungkapkan bahwa dalam dua tahun terakhir, kabupaten ini telah menghadapi berbagai bencana alam besar. Meski demikian, Fadly meyakini bahwa setiap cobaan hanya diberikan sesuai dengan kemampuan umat untuk menghadapinya.
“Dalam dua tahun terakhir, daerah kita telah mengalami beberapa bencana besar. Ini bisa menjadi ujian dari Allah SWT, namun kita harus yakin bahwa setiap cobaan tidak akan melebihi kemampuan kita untuk mengatasi,” katanya.
Mengambil Hikmah dari Ujian
Fadly berharap bahwa setiap ujian yang terjadi bisa menjadi bahan introspeksi bagi seluruh masyarakat. Dengan demikian, setiap peristiwa dapat diambil hikmahnya dan menjadi motivasi untuk memperbaiki diri.
“Setiap cobaan pasti memiliki hikmah. Mari jadikan ujian ini sebagai momentum untuk bermuhasabah dan menjadi pribadi yang lebih baik ke depan,” tambahnya.
Rangkaian Kegiatan I’tikaf
Kegiatan i’tikaf diawali dengan tadarus Al-Qur’an yang dipandu oleh H. Zulhelmi, dilanjutkan dengan pengajian tasawuf oleh Buya Zauhamdi Kerajaan Nan Shaleh. Setelah itu, peserta melaksanakan ibadah mandiri, sahur bersama, serta salat Subuh berjamaah, dan ditutup dengan kultum oleh H. Afrizon.