BNI Tingkatkan Pemberdayaan 430 Perempuan NTT Melalui Program Anyaman Lontar

Di tengah tantangan yang dihadapi oleh banyak perempuan di Nusa Tenggara Timur (NTT), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menginisiasi program inovatif yang bertujuan memberdayakan perempuan melalui kerajinan tradisional. Program bernama ‘Menganyam Kebaikan untuk Indonesia’ ini diluncurkan di Pulau Solor, Flores Timur, dan telah menjangkau lebih dari 430 perempuan penganyam daun lontar di 13 lokasi. Inisiatif ini tidak hanya mendorong peningkatan kualitas produk anyaman, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat setempat.
Komitmen BNI dalam Pemberdayaan Perempuan
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa inisiatif ini dimulai sejak September 2024 dan dirancang sebagai program pemberdayaan yang berkelanjutan. Program ini mencakup pelatihan produksi, penguatan kelembagaan ekonomi, dan edukasi mengenai kesehatan.
Okki menekankan, “Dengan program Menganyam Kebaikan untuk Indonesia, BNI berkomitmen untuk menghadirkan pemberdayaan yang berkelanjutan bagi perempuan, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kami percaya bahwa ketika perempuan diberikan kesempatan untuk berdaya, maka dampaknya akan meluas ke keluarga dan masyarakat di sekitar mereka.”
Peluang di Tengah Keterbatasan
Pulau Solor memiliki keterbatasan lahan produktif, namun kaya akan potensi ekonomi dari kerajinan anyaman daun lontar yang telah menjadi tradisi turun-temurun. Mayoritas pengrajin di pulau ini adalah ibu rumah tangga yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Namun, mereka sering kali menghadapi kendala dalam akses pasar, standar kualitas produk, dan literasi keuangan yang rendah.
Membangun Ekosistem Pemberdayaan
BNI berkolaborasi dengan Yayasan Du Anyam dalam membangun ekosistem pemberdayaan yang terintegrasi. Hasil dari kolaborasi ini menunjukkan keberhasilan, di mana 79% produk anyaman kini telah memenuhi standar tinggi kualitas. Ini mencerminkan peningkatan signifikan dalam aspek produksi dan mutu produk.
Selain fokus pada peningkatan kapasitas usaha, BNI juga berkomitmen untuk membangun infrastruktur pendukung. Salah satunya adalah Rumah Anyam yang didirikan di Desa Bubu Atagamu, Kecamatan Solor Selatan. Rumah Anyam berfungsi sebagai pusat pelatihan dan produksi, serta memberikan akses air bersih melalui pembangunan pipanisasi dengan 30 titik kran yang melayani 263 kepala keluarga.
Kontribusi Sosial dan Kesehatan
Di sisi sosial, BNI turut berkontribusi dalam mengatasi masalah stunting dengan melaksanakan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 98 balita selama 14 hari. Program ini berhasil menurunkan angka masalah gizi buruk sebesar 10,20%, menunjukkan dampak positif dari inisiatif yang diambil.
Pembentukan Koperasi Serba Usaha
Untuk memastikan keberlanjutan dari program ini, BNI juga memfasilitasi pembentukan Koperasi Serba Usaha (KSU) Ina Senaren. Koperasi ini memberikan kesempatan bagi perempuan untuk tidak hanya berperan sebagai pengrajin, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang mampu mengelola bisnis, memperluas akses pasar, dan memanfaatkan layanan keuangan formal. “Dengan koperasi ini, perempuan bisa lebih mandiri dalam mengembangkan usaha mereka,” tambah Okki.
Integrasi Ekonomi, Sosial, dan Budaya
Program pemberdayaan ini mencerminkan pendekatan menyeluruh yang diambil oleh BNI dalam memberdayakan masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga mengintegrasikan dimensi sosial dan budaya. Hal ini memperkuat posisi perempuan sebagai penggerak ekonomi lokal di wilayah yang tertinggal.
Dampak Pemberdayaan pada Kesejahteraan Komunitas
Melalui inisiatif ini, BNI menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar peningkatan pendapatan. Program ini juga menciptakan kemandirian dan ketahanan sosial bagi komunitas. Para perempuan penganyam di NTT kini tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga bertransformasi menjadi pelaku ekonomi yang berkontribusi pada kesejahteraan keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Dengan dukungan yang tepat dan kolaborasi yang solid, inisiatif pemberdayaan ini berpotensi memberikan dampak jangka panjang bagi perempuan di NTT, serta menginspirasi daerah lain untuk mengembangkan program serupa. BNI menunjukkan bahwa investasi dalam pemberdayaan perempuan adalah investasi dalam masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.






